Jumat, 08 November 2013

Prius Yang Malang








Sebuah insiden kecelakaan mobil terjadi di Barcelona. Gara-gara memakai LPG bekas untuk mobil modifikasinya, sebuah taksi berjenis Toyota Prius yang menggunakan BBG (Bahan Bakar Gas) justru meledak.

Niat hati memang ingin membuatnya lebih irit dan ramah lingkungan lewat konversi bahan bakar, tapi kenyataannya justru terbalik. Tabung gas bekas itu malah jadi bom waktu bagi sopir taksi apes ini.

Toyota Spanyol yang diklarifikasi karena produknya tersebut, tentu tidak mau disalahkan. Menurut mereka, mobil dengan konversi bahan bakar ini tidak sesuai dengan standar mereka.Selain itu, Toyota juga merasa tidak pernah memberikan rekomendasi untuk merombak mesin, apalagi menggunakan LPG.

Tentunya Toyota tidak mau nama baiknya tercemar karena insiden ini. Oleh karena itu, seperti yang dilansir autoevolution (07/11), Toyota Spanyol sesegera mungkin melakukan investigasi kepada si pengemudi taxi Prius itu.

Sumber : Otosia.com

Senin, 07 Oktober 2013

Toyota Agya Si Mobil Murah




Toyota Agya setelah resmi diluncurkan PT Toyota Astra Motor (TAM) di Parkir Timur Senayan kemarin, ternyata merupakan Hatchback termurah dan memiliki varian transmisi yang paling lengkap. Toyota Agya dengan harga termahal Rp 120 juta sedangkan Etios Valco termurah Rp 135 juta.

Untuk Toyota Agya, termahal type TRD S yang merupakan varian terlengkap. Sedangkan untuk Etios Valco yang memiliki selisih harga Rp 15 juta lebih mahal, tidak memiliki kelengkapan pilihan transmisi otomatic, yang tersedia hanya transmisi manual.

Sebagai mobil murah, Toyota Agya memiliki tiga pilihan grade, yaitu E, G, dan TRD S. Untuk varian termurah yakni tipe E dibanderol Rp 99 juta. Sedangkan untuk varian Agya yang paling lengkap ini dibandrol dengan harga Rp 120 juta on the road Jakarta.

Bagi para konsumen hatchback Toyota bisa mempertimbangkan terlebih dahulu antara mobil murah Agya dan Etios Valco mulai harga, kelengkapan fitur dan lainnya sebelum meminang mobil yang memang menjadi andalan Toyota ini.


Sumber : Otosia.com

Kamis, 19 September 2013

Prius C Daftar ke Program LCE







Program LCGC sedang digodok walau sepertinya tak akan meluncur dalam rentang menuju akhir tahun 2012 ini. Namun di samping LCGC, pemerintah juga menyiapkan regulasi mobil Low Carbon Emmision (LCE).

Dalam hal ini, pemerintah akan memberikan insentif pula kepada produsen seperti halnya LCGC jika dengan tingkat kandungan komponen lokal di atas 40 persen dan diharapkan meningkat 80 persen.

Di tengah waktu menunggu setelah Agya dan Ayla meluncur, dalam hal ini Toyota juga mendaftarkan Prius C dalam regulasi LCE tersebut. Dengannya diharapkan harga mobil ini akan menjadi lebih terjangkau.

"(Toyota) siapkan Prius Cdalam program ini," ungkap Direktur Jenderal Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi.

Prius C sendiri menggunakan mesin bensin 1,5-liter dan sebuah motor listrik yang dapat menyemburkan tenaga 73 PS dan torsi 111 Nm. Pilihan mesin kedua dapat menghasilkan tenaga 61 PS dan torsi 169 Nm. Mesin tersebut dibantu oleh baterai nikel-metal-hybrid (Ni-MH) 144 volt. Produk ini bisa dimiliki konsumen dengan melakukan pemesanan ke Toyota Indonesia.

Selain Prius, Toyota juga memiliki Camry. Namun produk ini jelas memiliki segmen atas dan tidak ditujukan sebagai mobil dengan insentif harga. Selain Toyota, ada pula Honda dengan CRZ-nya, lalu Lexus antara lain dengan Lexus CT200h.

Saingan Prius sendiri sejauh ini kemungkinan besar adalah Honda dengan CRZ. Namun sebelumnya diberitakan bahwa Honda kemungkinan punya produk lain. Hal serupa juga diharapkan datang dari Hyundai dan Nissan.

Sebelumnya Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan bahwa pemerintah sangat berkeinginan agar Hyundai bisa bekerja sama dengan Indonesia dalam memproduksi mobil hybrid dan listrik.

"Ajakan untuk mereka sudah ada. Pasca pertemuan pimpinan Korea dan Indonesia, disepakati akan ada kerja sama produksi untuk mobil ramah lingkungan, hibrida, dan elektrik," papar Hidayat dalam sebuah kesempatan.

Mengenai perkembangan industri mobil hibrida, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara tegas pernah menyampaikan minatnya terhadap mobil hibrida. Hal ini seperti disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Solusi penghematan di sektor transportasi, ada dua yang dikenal oleh dunia saat ini, yaitu mengembangkan kendaraan yang sangat hemat bahan bakar minyak sekaligus bisa menggunakan listrik (hibrida atau hybrid)," ujarnya dalam pertemuan dengan sejumlah rektor dan ahli-ahli dari perguruan tinggi.


Sumber : Otosia.com

Jumat, 23 Agustus 2013

Pencuri Tak Berminat Dengan Toyota Prius





Toyota Prius tercatat sebagai mobil dengan penjualan paling laris di Amerika Serikat. Namun ternyata, Prius menjadi mobil yang paling tak diminati oleh para pencuri di Negeri Paman Sam tersebut untuk diambil.

Biro Asuransi Kejahatan Nasional (NICB) Amerika melaporkan pihaknya jarang sekali menerima laporan para pemilik Toyota Prius yang kehilangan kendaraannya. Kesimpulan ini diperoleh dari laporan Pusat Informasi Kejahatan Nasional (NCIC) yang merekam jejak Prius sejak pertama kali diluncurkan ke pasar, mulai tahun 2000 hingga 30 Juni 2012.

Laporan pencurian Prius untuk pertama kalinya tercatat pada 4 September 2000. Dan setiap kali ada laporan Prius yang dicuri, pihak berwenang relatif cepat menemukan kembali mobil itu dan mengembalikan ke pemiliknya.

Data menunjukkan bahwa hingga April 2012, Toyota telah menjual sebanyak 1,2 juta unit Prius di AS. Angka tersebut berarti setengah dari total populasi mobil hibrida di sana. Meski terus mendapat popularitas, tetap saja Prius tak populer di kalangan pencuri.

Sepanjang 2008 - 2012, tingkat perbandingan pencurian Prius mencapai 1 berbanding 606 unit, sedangkan model lain paling rendah punya tingkat probabilitas 1 banding 78 unit. Antara 4 September 2000 - 30 Juni 2012, dilaporkan hanya 2.439 unit Prius yang dicuri, dengan lokasi pencurian di California (1.062 unit), Florida (127 unit), New York (111 unit), Washington (92 unit), dan Texas (89 unit).

Peningkatan jumlah pencurian terjadi dalam beberapa tahun sebelum 2009, namun mulai menurun sejak 2010.


Sumber : Otosia.com

Jumat, 12 Juli 2013

Toyota Prius C







Generasi dari Toyota Prius sudah ratusan ribu terjual sejak pertama kali diluncurkan di Amerika. Sekarang pihak Toyota sibuk menyiapkan kelanjutan generasi terbaru dari keluarga Prius ini. Mengikuti Prius V yang merupakan model wagon hatchback yang terlebih dulu dijual di pasaran Amerika, kini Toyota Prius C siap masuk ke Amerika pada musim semi tahun ini.

Model dari Toyota Prius C ini terlihat lebih kecil dari yang sebelumnya (Prius V). Dari dimensinya Prius C ini 19.1" lebih pendek dari Prius pada umumnya, tapi 4" lebih panjang dari Yaris. Untuk wheelbase-nya menyusut 5.9", untuk tinggi dan lebar mobil ini juga lebih kecil kurang lebih 2".

Selain itu dari lampu kabutnya juga tampil beda, bumper depan sekilas tampak seperti Yaris pada bagian atasnya, sedang pada bagian belakangnya mungkin tidak terlalu beda jauh dari pendahulunya. Secara keseluruhan Prius C ini hadir dengan nuansa baru yang lebih kompak.

Sebagai mobil hybrid sumber tenaganya sendiri, tetap sama seperti keluarga Prius lainnya, yaitu Toyota Hybrid Synergy Drive Sytem. Hanya saja mesin yang digunakan tidak seperti pada Prius V yang 1.8 Liter yang menghasilkan daya 98 dk dengan empat silinder, tapi Prius C hanya 1.5 liter empat silinder. Hal ini dikarenakan Prius C hadir dengan tubuh yang lebih mungil atau untuk kelas city car.

Untuk spesifikasi lebih detail pihak Toyota belum memaparkannya. Tapi prediksi Toyota tentang konsumsi bahan bakar dari Prius C ini dalam kota akan sanggup mencapai 50mpg atau 21.6km/l dalam kota.

Standard kelengkapan yang akan diterapkan pada Prius C ini adalah sembilan airbag, lingkar kemudi dengan penambahan audio control, konektivitas telepon via Bluetooth, Entune, layar sentuh untuk mengakses fitur-fiturnya (Pandora Internet Radio, web search via Bing, bahkan untuk membaca e-mail)


Sumber : otosia.com

Minggu, 23 Juni 2013

Terpopuler Jejaring Sosial Niech










Produk dengan brand yang mumpuni akan banyak di bicarakan masyarakat global, tidak hanya di dunia nyata dalam jejaring sosial dan internet juga demikian. Hal ini dibuktikan Toyota Prius menjadi nama mobil hybrid yang paling banyak dibicarakan di ranah online.

Berdasarkan penelitian terbaru perusahaan social analytic GenSet Insight mulai dari Januari – April, media value Toyota Prius mencapai $ 14.5 juta.

Perusahaan yang berbasis di New York ini meneliti value dari exposure media online terhadap 10 brand mobil hybrid dan listrik yang berbeda. Pembicaraan terhadap brand-brand itu diteliti lewat banyak situs termasuk Facebook, YouTube, Google dan lainnya. “GenSet memonitor pembicaraan yang menyebut nama brand secara spesifik,” kata Don Damore, President of GenSet Insights, dirilis Toyota Indonesia.

Hasil Total perolehan Prius mengakumulasikan hampir 86.000 mention di Twitter, tiga kali lipat total mention 9 brand lainnya. Salah satu yang mendongkrak mention Prius adalah saat Jeremy Clarkson –host Top Gear BBC- menyebut Prius dalam Twitternya Maret lain yang menghasilkan 8,371 mention. kemudian Honda Fit diposisi kedua dengan media value bernilai $4.5 juta, disusul Chevrolet Volt $3.1 juta, Tesla $3 juta dan Honda Insight $2.9 juta.



Sumber : otosia.com

Senin, 10 Juni 2013

Toyota Prius Pakai Baterai Li-Ion





Toyota berhasil mengembangkan baterai Lithium-ion yang digunakan pada mobil hybrid Prius dengan ukuran yang lebih kecil dan ringan. Hal ini jika dibandingkan dengan baterai yang sebelumnya.

Toyota berencana akan menggunakan baterai Li-Ion barunya pada mobil hybrid Toyota Prius. Hal ini menunjukkan Toyota tidak pernah berhenti berinovasi untuk kepentingan konsumennya.



Karena itulah, Toyota bersama partnernya Panasonic akan membangun jalur produksi baru dengan investasi 20 miliar yen $194 juta yang akan memproduksi baterai Li-Ion hingga 200.000 unit pertahun atau enam kali lebih banyak dari sekarang, seperti dilrilis toyota-Indonesia.



Toyota telah mengirim lebih dari 5 juta mobil hybrid terhitung sejak pertama kali dipasarkan 1997. Dari jumlah itu, Prius menyumbang 70 persen dan menjadi mobil hybrid paling popular di seluruh dunia. Tahun lalu, Toyota menjual 1.2 juta unit mobil hybrid dan menjadi tahun pertama penjualan hybrid melewati angka psikologis 1 juta unit dalam setiap tahun.


Sumber : otosia.com